22 June2007

Ciri-ciri anak mempunyai EQ Tinggi

Filed under: Lain-Lain

Ciri-ciri anak yang mempunyai EQ tinggi:
1. Responsibility: Mempunyai rasa tanggung jawab
2. Self Motivation: Mampu menggali motivasi untuk maju
3. Self Regulation: Mampu mengontrol keseimbangan diri (emosi)
4. People Skill: Kemampuan bekerjasama dengan orang lain

Apakah buah hati anda memiliki ciri-ciri tersebut?
Kini orang tua semakin peduli dengan karakter anak, sejak mulai dipopulerkannya konsep kecerdasan emosi, Para orang tua semakin sadar dan yakin bahwa keberhasilan anak tidak lagi cukup dengan ketrampilan teknis dan pengetahuan ilmiah, namun juga dengan kemampuan pengendalian diri dan hidup bermasyarakat.

Secara garis besar ada dua hal utama dalam kecerdasan emosi, yaitu mengenali dan mengelola emosi. Langkah pertama mengajarkan kecerdasan emosi adalah mengenalkan berbagai jenis emosi kepada anak. Bagaimana caranya?

Tips sederhana dalam mengajarkan kecerdasan emosi adalah dengan sering menyebutkan berbagai jenis emosi kepada anak. Misalnya anak sedang cemberut, maka sebagai orang tua kita dapat menegaskan situasi emosi tersebut kepada anak, misalnya dengan menanyakan, “Adik cemberut, apa sedang kesal? Adik kesal apa karena Ibu melarang nonton TV?” Dengan demikian anak dipandu untuk terbiasa mengenali kondisi emosi dirinya dan penyebab munculnya emosi itu.

Cara lain adalah dengan menunjukkan berbagai gambar, atau mengomentari situasi baik di majalah, TV, maupun media lainnya. Misalnya ketika melihat TV di mana ada tokoh yang sedang sedih karena dinakali oleh tokoh lainnya (hal ini sering muncul di film kartun), maka kita berkomentar, “Aduh, kasihan sekali si anu, pasti dia sangat sedih karena tindakan nakal temannya itu..” Hal yang sama dapat dilakukan pula saat membaca dongeng. Orang tua perlu berkali-kali menyebutkan situasi emosi para tokoh dalam cerita tersebut. Selain memperkenalkan berbagai jenis emosi, pada saat yang sama anak juga belajar hal-hal yang menyebabkan munculnya emosi tersebut, misalnya perasaan sedih salah satu tokoh cerita karena ditipu atau dihina tokoh yang lain. Orang tua juga dapat pula memberikan penilaian moril atas situasi tersebut, misalnya menghina adalah suatu perbuatan buruk dan jahat, sehingga anak menjadi tahu nilai moril dari suatu perilaku. Dalam hal ini secara langsung kita juga telah mengembangkan kecerdasan spiritual anak (kecerdasan dalam mengenali dan mengelola nilai-nilai).

Ketika orang tua marah, sedih, bingung, kesal, gembira, dan situasi emosi lainnya, orang tua juga perlu menyampaikan alasannya. Misalnya, seorang anak bermain dan tidak membereskan mainannya setelah selesai, sang Ibu bisa berkata, “Adik, Ibu sangat kesal melihat mainan yang berantakan, karena Ibu menjadi repot membereskannya. Ibu akan senang kalau Adik membantu Ibu membereskan mainan sendiri.” Dengan pernyataan itu sang anak akan belajar mengenali situasi emosi ibunya (kesal), sebab munculnya (mainan berantakan), dan mengapa sebab tersebut menyebabkan munculnya emosi tertentu (kesal karena repot membereskannya). Perlu ditunjukkan ekspresi yang sesuai dengan emosi saat melatih anak kecil (kalau kesal ya jangan tersenyum, namun tunjukkan wajah serius dan cemberut). Semakin dewasa nanti semakin mungkin menyampaikan emosi dengan ekspresi yang berlawanan misalnya dalam bentuk sindiran (kesal, namun tersenyum).

Apabila anak sedari dini usia telah sering dilatih untuk peka dalam mengenali emosi, maka semakin dewasa akan semakin mudah mengenali emosi, dan akhirnya dapat menyesuaikan sikapnya dengan situasi emosi yang ada.
Kapankah EQ itu dapat mulai diterapkan?
Tumbuh kembang janin di dalam perut ibu hamil dipengaruhi oleh multifaktorial, genetik dan ras, nutrisi, lingkungan, gaya hidup ibu, kesehatan ibu, “ psychological bond” yang terjalin selama kehamilan.

Ibu hamil membutuhkan nutrisi yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin dan suplemen. Karbohidrat diperlukan ekstra 300 Kcal/hari terutama pada trimester ke-2 dan ke-3. Suplemen asam folat 400µg pada 12 minggu (trimester 1) agar terhindar dari risiko kecacatan pada bayi (baby defect).

Dr. Ivan R Sini, MD FRANZCOG GDRM SpOG mengatakan bahwa ibu hamil cenderung mengalami anemia. Oleh sebab itu, ibu hamil harus mencukupi kebutuhan besi harian sebesar 30 mg. Sebenarnya kebutuhan besi dapat tercukupi bila mengkonsumsi makanan seperti daging, kacangan, sayuran hijau dan telur.

Semua ibu hamil sebaiknya minum suplemen DHA (docosahexaenoic acid). Penelitian telah membuktikan bahwa nilai intelegensi yang lebih baik ditemukan pada anak yang diberi ASI dari ibu yang minum suplemen DHA selama kehamilan dan menyusui.

Ibu hamil sebaiknya menghindari merokok, alkohol dan obat-obatan rekreasi karena dapat menyebabkan permasalahan pertumbuhan janin. Lebih baik melakukan olahraga yang seimbang serta tidur yang cukup. Olahraga yang baik untuk ibu hamil adalah renang dan berjalan kaki.

Psychological bond artinya ikatan jiwa orangtua dengan bayi. Ikatan jiwa ini terbentuk melalui sentuhan, musik maupun neurostimulasi. “Sebaiknya jangan hanya ibunya saja yang berinteraksi tapi ayah juga. Lakukan hal-hal kecil seperti mencium perut ibu, mengelus-elus perut ibu, “ kata Dr. Ivan.

“Pregnancy is a wonderful dream and it can be a nightmare when things go wrong.” Kutipan tersebut perlu dimaknai sebagai kewaspadaan. Ketahui informasi seputar persalinan terutama mengenai metode persalinan dan cara mengatasi rasa sakit, sehingga dapat memilih metode yang terbaik.

Persalinan membutuhkan waktu 12-15 jam dan terdiri dari 5 fase. Fase pertama disebut juga fase laten dimana rasa mulas jarang. Fase selanjutnya adalah pembukaan leher rahim sebesar 4 cm. Pada fase ketiga pembukaan leher rahim sebesar 10 cm dan ditandai dengan munculnya kepala bayi. Fase ke-4, pembukaan leher rahim lengkap dimana bayi dapat keluar dan fase terakhir ari-ari bayi akan keluar.

Setelah persalinan, payudara ibu akan mengeluarkan air susu ibu (ASI) yang mengandung kolostrum. Kolostrum merupakan sumber antibodi utama untuk bayi baru lahir. “Sebenarnya tidak ada persiapan khusus untuk laktasi,” ujar Dr. Ivan yang berpraktek di RSIA Bunda.

Persiapkan ibu untuk laktasi dengan membiarkan puting terpapar dengan udara untuk beberapa saat setiap hari. Jangan oleskan alkohol, betadine atau sejenisnya karena akan membuat puting iritasi, pecah-pecah dan sakit. Sebaiknya puting jangan disabuni kalau mandi.
Pendekatan emosi yg bisa dilakukan untuk Mengembangkan EQ anak :

1.
peka terhadap emosi anak;
2.
menyadari perubahan emosi anak sebagai peluang untuk mendekatkan hubungan dan mendidik;
3.
mendengar secara empati, memahami dan merasakan apa yang sedang anak alami;
4.
membantu anak-anak mengenali dan memahami emosi mereka sendiri;
5.
nyatakan dengan jelas batas atau tahap sesuatu emosi sambil mencari jalan menyelesaikan masalah yang timbul.

sumber: blog sebelah

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://ajeng.blogsome.com/2007/06/22/ciri-ciri-anak-mempunyai-eq-tinggi/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>